SURABAYA, – Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) Surabaya berencana membangun gedung "research center" (pusat riset/penelitian) dengan konstruksi "green house" yang memanfaatkan tenaga surya.

"Pembangunan gedung pusat riset itu kita mulai tahun ini dengan menggunakan ’solar cell’ sebagai konsep konstruksinya," kata Rektor ITS Surabaya Prof Ir Triyogi Yuwono DEA di Surabaya, Sabtu (25/2/2012).

Ia menjelaskan gedung yang dirancang 10 lantai itu akan didirikan di depan Gedung Pascasarjana ITS dengan "menelan" anggaran sekitar Rp 150 miliar. "Untuk lantai pertama akan dipakai menghimpun karya mahasiswa dan dosen ITS. Jadi, lantai pertama itu mirip galeri karya yang menghimpun mobil bertenaga surya (WW), mobil sapu angin, kapal, robot, dan karya lainnya," paparnya.

Selain itu, katanya, di dalam gedung "research center" itu nantinya akan terdapat sejumlah laboratorium dan pusat studi yang tergabung dalam tujuh "Pusat Studi Riset Unggulan ITS" yang selaras dengan tujuan ITS menjadi universitas riset pada 2017.

"Laboratorium yang multidisiplin akan berada di Research Center yang meliputi tujuh pusat studi riset, yakni Kelautan, Pemukiman dan Lingkungan Hidup, Transportasi dan Logistik, Material dan Nanoteknologi, Energi dan Kebumian, ICT, serta Pusat Studi Inovasi Bisnis," tuturnya.

Menurut dia, pihaknya juga akan membangun "MIPA Tower" di kawasan Fakultas MIPA yang berlantai 10 dan dianggarkan dengan dana Rp 125 miliar. "MIPA Tower itu tidak hanya dapat dimanfaatkan mahasiswa dan dosen, namun kami juga akan menggunakan untuk pelatihan guru-guru MIPA di Kawasan Timus Indonesia, sehingga ITS sebagai universitas riset juga akan dapat dirasakan manfaatnya oleh masyarakat," tukasnya.

Selain itu, pihaknya juga akan membangun tiga gedung lainnya pada tahun 2012, namun dua gedung lainnya merupakan "penugasan" dari pemerintah. "Ketiga gedung adalah Gedung Jurusan Teknik Industri, Pusat Pelatihan Teknologi Vokasional, dan Institut Teknologi Kalimantan (ITK)," katanya.

Untuk pembangunan gedung Jurusan Teknik Industri dianggarkan sebesar Rp 50 miliar yang didirikan bersebelahan dengan gedung Jurusan Teknik Material dan Metalurgi. "Pusat pelatihan teknologi vokasional akan dibangun di kawasan Buncitan, Sidoarjo yang luasnya berkisar 10 hektare dengan dilengkapi lokasi pelatihan dan penginapan," ujarnya.

Ia mengatakan pusat pelatihan teknologi vokasional itu akan dimanfaatkan untuk "workshop" pelajar SMK, pemuda, karang taruna, dan sebagainya. "Untuk ITK akan dibangun di Balikpapan yang pembangunan dan penyiapan sumber daya manusia-nya dipercayakan kepada kami, sedangkan ITB dipercaya mengembangan Institut Teknologi di Sumatera," katanya.

Rencananya, ITK itu akan dibangun di atas lahan seluas 300 hektare. "Tapi, lahan yang dibangun untuk tahap pertama seluas 60 hektare, sedangkan sisanya masih diupayakan Pemprov Kaltim. Yang jelas, pembangunan akan menelan dana Rp2,3 triliun dan diharapkan selesai pada tahun 2014," katanya.

Ia menambahkan tambahan gedung baru itu juga mengandung kewajiban baru yakni peningkatan kinerja/target dan karya sebagai pertanggungjawaban kepada masyarakat. "Misalnya, gedung baru Jurusan Teknik Elekronika yang diresmikan Mendikbud pada Januari lalu. Kinerja dan karya harus bertambah," katanya.

kompas-edu

Tags: , , , ,
Category: berita
unlimited hosting
Name (Req)

E-mail (Req)

URI

Message