usaha berhasil

JAKARTA, - Pemerintah Republik Seychelles meminta pemerintah Republik Indonesia menempatkan guru ke negara kepulauan di tengah Samudera Hindia itu. Permintaan itu disampaikan Sekretaris Utama Kementerian Tenaga Kerja, Pendidikan, dan Sumber Daya Manusia Seychellas Marina Confait,  dalam pertemuan dengan Kepala Badan Nasional Penempatan dan Perlindungan Tenaga Kerja Indonesia (BNP2TKI) Moh Jumhur Hidayat, di Victoria, Seychelles, Rabu, (14/12/2011).

Jumhur menyebutkan, Seychelles meminta BNP2TKI menempatkan TKI berprofesi guru untuk mengajar pada semua tingkatan pendidikan, mulai sekolah dasar hingga perguruan tinggi.

Seychelles menjanjikan gaji di atas 5.000 dollar AS per bulan bagi guru di sekolah dasar. Sementara itu, guru untuk sekolah tingkat menengah sampai perguruan tinggi akan diberikan gaji dua atau bahkan tiga kali lipat lebih besar.

"Lebih kami utamakan adalah tenaga pengajar bidang Matematika dan Sains," kata Marina kepada Jumhur, seperti dikutip Antara, melalui surat elektronik yang diterima Kamis (15/12/2011) dini hari.

Marina didampingi jajarannya serta Konsul Khusus Seychelles untuk ASEAN yang berkedudukan di Jakarta Nico Barita.   
   
Di Seychelles, Marina mengungkapkan, terdapat 20 ribu pelajar dari semua jenjang sekolah. Akan tetapi, ketersediaan tenaga pengajar tidak memadai sehingga kehadiran guru dari luar sangat diharapkan, termasuk dari Indonesia.

Marina menjelaskan, untuk tenaga kerja bidang pendidikan, Seychelles menjanjikan gaji di atas 5.000 dolar AS per bulan bagi guru di sekolah dasar. Sementara itu, guru untuk sekolah tingkat menengah sampai perguruan tinggi akan diberikan gaji dua atau bahkan tiga kali lipat lebih besar.

Gaji itu di luar tunjangan akomodasi, makan minum, berikut tiket gratis untuk calon TKI guru dari negara asal ke Seychelles, hak cuti disertai tiket gratis untuk pulang dan kembali ke Seychelles.

Intinya, kami membutuhkan jumlah yang tidak sedikit dan dapat dikatakan mendesak. Secara bertahap bisa dikirim puluhan sampai ratusan guru sesuai kebutuhan," ujar Marina.

Menyambut baik tawaran Seychelles

Merespons permintaan Seychelles, Jumhur mengatakan, pihaknya menyambut baik  tawaran Pemerintah Seychelles tersebut. Ia berkomitmen akan menindaklanjuti dengan mencari tenaga pengajar di Indonesia agar bisa mengajar pada berbagai sekolah di Seychelles.

Jumhur mengatakan, upaya tindak lanjut yang akan dilakukan adalah melalui Pelaksana Penempatan TKI Swasta (PPTKIS) selain bekerja sama dengan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan mau pun perguruan tinggi.

"Dengan demikian, permintaan dari pemerintah Seychelles untuk penempatan tenaga guru dapat segera dipenuhi," katanya.

Jumhur bersama rombongan BNP2TKI mengunjungi Seychelles terkait upaya penjajakan perluasan pasar TKI formal di Seychelles, 14-15 Desember 2011, setelah sebelumnya berada di Pretoria dan Johannesburg, Afrika Selatan untuk tujuan yang sama pada 12-13 Desember 2011.

Seychelles dipandang strategis karena negaranya menghubungkan negara-negara Afrika, berada sekitar 1.600 kilometer sebelah timur daratan Afrika dan timur laut Madagaskar.

Penduduk Seychelles diperkirakan berjumlah 88 ribu jiwa yang mewakili keragaman etnis seperti Eropa, Arab, China, India, dan dari sejumlah negara Asia lain.

Pendapatan per kapita penduduk Seychelles sendiri sebesar 27 ribu dolar AS atau sembilan kali dari pendapatan per kapita penduduk Indonesia setahun. Jumlah tenaga kerjanya sendiri mencapai 40 ribu orang dan sekitar 10 ribu orang merupakan tenaga kerja asing.

Negara sebesar wilayah Jakarta (455 kilometer persegi) itu mengandalkan sektor pariwisata untuk menggerakkan perekonomiannya.  

kompas-edu

unlimited hosting

There are 1 comment

Name (Req)

E-mail (Req)

URI

Message