usaha berhasil

Telah berulang kali Nasruddin mendatangi seorang Hakim untuk mengurus suatu perjanjian. Hakim di kotanya selalu mengatakan tidak punya waktu untuk menandatangani perjanjian itu. Keadaan itu terus berlangsung seperti itu sehingga Nasruddin menyimpulkan bahwa si Hakim minta disogok. Tapi menyogok diharamkan. Maka Nasruddin memutuskan untuk melemparkan keputusan kepada si Hakim sendiri. Nasruddin menyiapkan sebuah gentong. Gentong [...]

Seorang santri, yang mendengar bahwa Nasruddin adalah orang yang amat bijaksana, bertekad untuk belajar tentang kebijaksanaan hidup darinya. Nasruddin bersedia, dengan catatan bahwa kebijaksanaan hanya bisa dipelajari dengan praktek. Santri itu pun bersedia menemani Nasruddin dan melihat perilakunya. Suatu malam santri itu melihat Nasruddin sedang meniup-niup tangannya yang ditekuk. Santri ini bertanya kepada sang mullah [...]

“Apa arti nasib, Mullah Nasruddin” tanya salah satu murid Nasruddin. “Asumsi-asumsi” jawab Nasruddin. “Jelasnya bagaimana, Mullah Nasruddin” kata muridnya. “Begini, engkau menganggap bahwa segalanya akan berjalan dengan baik, tetapi kenyataannya tidak begitu. Nah, itulah yang disebut nasib buruk. Sekarang, kau punya asumsi bahwa hal-hal tertentu akan menjadi buruk, tetapi ternyata tidak terjadi. Itu namanya nasib [...]

Ketika Nasruddin menjadi hakim, suatu hari telah datang seseorang melaporkan bahwa telinganya telah digigit oleh temannya. Si terdakwah membantah dan mengatakan bahwa orang itu menggigit telinganya sendiri. Nasruddin memotong pembicaraan keduanya dan berkata, “Kalian berdua sabar dulu, aku akan kembali pada kalian untuk memberi keputusan.” Kemudian Nasruddin masuk kedalam rumahnya untuk mencoba menggigit telinganya sendiri. [...]

Seorang petani menghadiahkan Nasruddin seekor kelinci, Nasruddin menerima pemberian itu dengan penuh hormat sampai petani itu pergi. Dua minggu kemudian petani itu datang lagi, namun Nasruddin lupa kepadanya, maka Nasruddin bertanya, “Siapakah anda?” Petani itu menjawab, “Aku adalah orang yang telah memberimu kelinci minggu lalu, Tuan.” Maka Nasruddin menerimanya dengan hangat. Beberapa hari kemudianempat orang [...]